Film 3: Alif Lam Mim, Sinopsis Tentang 3 Sahabat Melawan Pihak Radikal

Film 3: Alif Lam Mim, Sinopsis Tentang 3 Sahabat Melawan Pihak Radikal

3 (juga dikenal sebagai 3: Alif Lam Mim) adalah film laga futuristik pertama di Indonesia yang dirilis pada 1 Oktober 2015 yang bercerita tentang persahabatan, persaudaraan, dan drama keluarga. Pada ajang Festival Film Indonesia 2015, film ini mendapatkan lima nominasi, yaitu Skenario Terbaik (Umbara bersaudara), Pemeran Pendukung Pria Terbaik (Tanta Ginting), Pemeran Anak Terbaik (Bima Azriel), Tata Suara Terbaik (Khikmawan Santosa dan Novi DRN), serta Efek Visual Terbaik (Sinergy Animation). Meskipun bergenre action namun konsepnya cukup berbeda dengan outside the wire 2021.

Film Alif Lam Mim adalah salah satu film bergenre laga dengan setting waktu masa depan yakni tahun 2036. Dalam film ini menunjukkan perubahan kondisi negara Indonesia pasca perang saudara yang lebih damai dan sejahtera dengan menganut paham liberal. Indonesia berganti nama menjadi Libernesia yang menjunjung tinggi hak asasi manusia. Aparat negara dilarang menggunakan peluru tajam dalam operasinya, hanya diperbolehkan menggunakan peluru karet untuk melumpuhkan sisa-sisa kejahatan dan teroris. Semua warga mengandalkan kemampuan bela diri untuk menghadapi segala kemungkinan kejahatan yang terjadi, tidak terkecuali warga biasa dan perempuan.

Jakarta 2036, begitu banyak terjadi perubahan khususnya pada permainan www.goodtune.io. Negara sudah kembali damai dan sejahtera sejak perang saudara dan pembantaian kaum radikal berakhir pada Revolusi tahun 2026. Hak asasi manusia menjadi segalanya. Penggunaan peluru tajam sebagai senjata sudah menjadi ilegal. Aparat menggunakan peluru karet untuk menangkap penjahat dan teroris yang masih tersisa.

Sinopsis Film 3: Alif Lam Mim

Film 3: Alif Lam Mim, Sinopsis Tentang 3 Sahabat Melawan Pihak Radikal

Satu dilema yang sangat menyulitkan bagi aparat mengingat beberapa kelompok radikal kembali bangkit dan berjuang untuk menganti wajah demokrasi sehingga aparat mengandalkan kemampuan bela diri yang tinggi untuk menumpas para penjahat. Alif, Lam, dan Mim adalah tiga sahabat dari satu perguruan silat yang dibesarkan bersama di padepokan Al-Ikhlas.

Alif (Cornelio Sunny) yang lurus dan keras dalam bersikap memilih menjadi aparat negara.Ia bertekad membasmi semua bentuk kejahatan dan mencari para pembunuh kedua orang tuanya. Lam (Abimana Aryasatya) yang sikapnya lebih tenang menjadi seorang jurnalis. Bertujuan untuk menyebarkan kebenaran dan menjadikan dirinya mata dari rakyat. Sementara Mim (Agus Kuncoro) yang bijak memilih mengabdi menjadi pengajar dan menetap di padepokan.

Ketiganya dipertemukan kembali setelah terjadi kekacauan pasca ledakan bom di sebuah cafe. Bukti-bukti versi kepolisian dan investigasi mengarah pada keterlibatan Mim beserta anak-anak padepokan. Namun Lam sebagai jurnalis mendapat informasi dari agen misterius yang berisi rekaman CCTV kejadian sebelum ledakan yang terjadi disebuah cafe.

Rekaman tersebut menunjukkan bahwa ledakan yang terjadi adalah “skenario” dari agen profesional yang bertujuan melakukan “framing” dan mendiskreditkan umat Islam. Alif yang menerima bukti-bukti prematur dari atasannya harus menghadapi sahabatnya sendiri dan menghancurkan padepokan yang telah membesarkannya. Lam yang terjepit di antara kedua sahabat berusaha mencari titik temu demi menghindari kehancuran yang lebih parah.

Mim memilih menghadapi para aparat dan rela mengorbankan jiwanya tanpa kompromi. Alif, Lam, dan Mim dipaksa bertempur satu sama lain dalam mempertahankan dan memperjuangkan kebenarannya masing-masing, seraya harus terus menjaga keluarga dan orang-orang yang mereka hormati dan cintai. Film ini merupakan suatu bentuk visualisasi dari pergulatan politik yang membutuhkan kambing hitam demi tercapainya kepentingan suatu pihak, sehingga apapun dan siapapun akan dikorbankan demi tercapainya kepentingan tersebut; termasuk orang-orang yang tidak bersalah, hingga agama dan umatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post